Sumpah Anggota MPPP dan MPPW, Menteri ATR/BPN Tindak Tegas Mafia Tanah

Jakarta, ppippat.org,  Menteri  ATR/BPN RI Hadi Tjahjanto mengangkat sumpah Anggota Majelis Pengawas dan Pembina PPAT Pusat (MPPP) dan Majelis Pengawas dan Pembina PPAT Wilayah (MPPW) di Kantor Kementerian ATR BPN, di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022),  Acara  pengangkatan sumpah  juga  diselenggarakan secara daring  dari masing masing kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional  se Indonesia  yang  juga sedang menyelenggarakan pengangkatan sumpah anggota MPPW.

Hadir dalam pengangkatan sumpah, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah,  Ir. Suyus  Windayana, M.App.Sc, Ketua Umum IPPAT Dr. Hapendi Harahap, SH, Sp.N., MH, Sekretaris Umum, Otty Harry Candra Ubayani, SH. Sp.N.MH., Kabid  Humas dan Informatika, Muharzah Aman, SH., Kabid Peraturan dan Perundang-Undangan Dr. Ely Baharini serta sejumlah Ketua Bidang PP IPPAT lainnya dan Anggota MPPP.

Dalam amanahnya Menteri  ATR/BPN Hadi Tjahjanto menyatakan  Majelis  Pengawas  dan Pembina PPAT Pusat  dan Majelis Pengawas dan Pembina  PPAT Wilayah   diharapkan dapat membantu  kinerja  Kementerian  ATR/BPN   lebih baik.   Oleh sebah itu diperlukan  peningkatan  dalam hal pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan  jabatan PPAT.

PPAT Jangan Terlibat Mafia Tanah

Menurut  Hadi Tjahjanto,  PPAT harus memperlancar tugas-tugas  Kementerian  ATR/BPN, membantu mensosialisasikan  program-program  prioritas  Kementerian,  mempercepat proses pendaftaran tanah,  bukan  malah menghambat pelayanan. Apalagi terlibat dalam mafia tanah. 

“Saya ingin  ingatkan sekali lagi   jangan menjadi bagian dari mafia tanah.  Saya tegaskan   apabila   ada  yang  masuk menjadi bagian mafia tanah,   saya tdak akan memberikan  toleransi sedikitpun kepada pihak-pihak   yang terlibat dalam kegiatan   mafia. Kemarim  sore   saya  sudah  berkoordinasi dengan  Bareskrim untuk    terus memantau, mengejar (pelaku mafia tanah),  sesuai data yang  kita miliki  dan  Insya Allah  dalam waktu dekat  mereka  ditangkap  dan dibina”, kata  Hadi.

Lebih lanjut Hadi  mengungkapkan  ada beberapa contoh yang sudah kita kejar   dan ditangkap.  Kemarin   saya  sampaikan kepada   Kapolda  ada satu yang akan ditangkap,  kalau perlu minta bantuan   TNI dan  intelegen untuk   menangkapnya,   karena   masyarakat  sejatinya   memiliki expektasi yang luar biasa terhadap kementerian ATR/BPN dalam  mengatasi kasusnya  mafa tanah.

Menteri ATR/BPN berharap  dengan dilantiknya   MPPP   dan   MPPW,  diharapkan  dapat segera bekerja  kerja secara   nyata  untuk lakukan pembinaan dan pengawasan PPAT.  Pertama  segera   lakukan koordinasi   antar   kantor wilayah   Badan  Pertanahan Propinsi,  Kantor Pertanahan  Kabupaten  Kota dengan  pengurus  IPPAT,  baik IPPAT  wilayah  dan daerah secara  berjenjang.  Segera lakukan  pemeriksaan  terhadap  dugaan  pelanggaran jabatan PPAT maupun pelanggaran  kode etik PPAT yang  menghadapi kasus,  baik berstatus  tersangka maupun yang telah menerima putusan yang berkekuatan hukum .

Segera tindak lanjuti   terhadap PPAT yang terlibat mafia tanah sesuai  mekanisme yang   ada, berikan sangsi sesuai  dengan kewenangan  Mejelis Pengawas dan Pembina.

Hadi Tjahjanto berharap   dengan dilantiknya MPPP  dan MPPW diharapkkan pelaksanaam jabatan PPAT  berjalan maksimal dengan berdasar etika dan kode etik profesi yang telah ditetapkan.

“Sudah ada PPAT beberapa  yang diberhentikan  dengan tidak hormat, karena tersangkut masalah  pidana,  mafia  tanah  atau pelanggaran   kode etik  dan sumpah jabatan PPAT.  Kedepan  diharapkan tidak ada lagi PPAT yang terlibat   kasus  pidana, mafia tanah, yang  merugikan   masyarakat dan merendahkan   martabat PPAT dan Kementerian   ATR/BPN.  Selamat  menjalankan tugas dengan baik sehingga dapat melayani masyarakat  secara profesional dan terpercaya  serta   mendukung   terwujudnya kesejahterana masyarakat”, pungkas  Hadi.  (Humas PP IPPAT)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top